PEMUDA HEBAT, PEMUDA MENGHORMATI KEDUA ORANG TUA

 

PEMUDA HEBAT,  PEMUDA MENGHORMATI  KEDUA ORANG TUA

NUR AISAH

 

Ada hadits  Nabi Muhammad SAW yang berbunyi  “ ridha Allah tergantung ridha orang tua dan murka Allah tergantung murka orang tua”. Hadits ini memberikan maksud bahwa Segala pekerjaan atau tindakan yang menyebabkan orang tua ridha, ihlas ,senang, bangga  maka menyebabkan seorang anak masuk surga. Dan sebaliknya jika apa yang dilakukan seorang anak menyebabkan orang tua marah, sakit hati, tidak ridha , maka akan menyebabkan terhalangnya pintu surga karena Allah tidak ridha padanya.MasyaAllah.

Begitu pentingnya posisi orang tua , begitu berhargaya dia , sehingga surgapun tidak rela dimasuki orang-orang yang durhaka padanya.Jangankan sampai membentak, mengucapkan ‘ah ‘ pun didalam alqur’an dilarang . Bahkan kekerasan verbal lainnya  jangan sampai terlontar dari mulut seorang anak. Seperti menyinggung persaannya, menyakiti hatinya, dan segala hal yang menyebabkan terluka.Apalagi  pada seorang ibu.Saking keramatnya ibu sampai dikatakan surga berada dibawah telapak kaki ibu.

Seorang pemuda , yang pada taraf perkembangan psykologisnya masih labil, sangat memungkinkan untuk memberontak. Pendapatnya sering tidak sama dengan orang tua. Dianggap tidak up to date, ketinggalan zaman. Seolah-olah dirinya yang paling benar. Emosinya meletup letup , apa yang diinginkan maunya serba dituruti, serba ada.Hidupnya ingin serba enak, serba nyaman. Pastinnya orang tua mengelus dada, menangis kecewa.

Namun, bagi pemuda  yang berbakti , tentu akan memperlakukan orang tua bak seorang raja. Orang tua selalu mendapat tempat yang pertama dan utama dihati mereka. Mereka menyadari melalui perantara orang tualah menyebabkan seseorang menikmati indahnya dunia.Melalui  air susu seorang ibulah seseorang bisa tumbuh dengan sempurna, melalui dekapan orang tua, seorang anak bisa tumbuh rasa percaya dirinya, melalui pecutan dari orang tua, seorang anak bisa terbakar semangatnya,  melalui tetesan keringat orang tualah seseorang bisa melangkah dengan tegaknya.

Dan melalui  rintihan doa orang tualah segala yang tidak mungkin, akan menjadi kenyataan. Segala yang sulit akan terasa mudah.Dan segala yang masih abu-abu akan menjadi terang. Pintu langit akan terketuk, terbuka lebar ketika mendengar doa yang dipanjatkan orang tua kepada anaknya. Tidak ada yang tertolak.

Terlalu banyak contoh dalam kehidupan masyarakat suksesnya seorang anak disebabkan baktinya kepada orang tua. Pun sebaliknya, betapa kita saksikan mirisnya kehidupan seseorang disebabkan durhakanya mereka kepada orang tua. Cukuplah menjadi pelajaran yang sangat berharga.

Bukankah  dunia ini akan berputar ? Posisi anak yang selama ini disandang, tidak selamanya menjadi anak. Suatu ketika , menempati posisi sebagai orang tua. Hukum  sebab akibat akan berlaku. Seorang pemuda yang cerdas, tentu akan berfikir sejauh ini. Mereka  akan memanfaatkan kesepatan menjadi seorang anak sebaik-baiknya.

Sikap yang ditunjukan  berangkat dari hal yang sederhana. Contoh, setiap mau bepergian, kurang lengkap rasanya jika belum menemui orang tua untuk berjabat tangan memohon restunya.atau misalnya, ketika orang tua butuh waktu untuk diantar ke suatu tempat karena keperluannya, usahakan dituruti . Atau , apapun yang menjadi kesenangannya, tampakan padanya.Apapun  yang membuat ridhoya, cari dan raihlah ia.insyaAllah selamat dunia akhirat.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMUDA HEBAT, PEMUDA YANG CERDAS

BERPURA-PURA TULI

PEMUDA HEBAT, PEMUDA YANG SHOLIH DAN SHOLIHAH