BERPURA-PURA TULI
BERPURA-PURA TULI
OLEH NUR AISAH
Adalah Syeh Hatim Al Asham yang bernama asli Hatim bin Ulwan, merelakan dirinya selama kurang lebih 15 tahun berpura-pura sebagai orang yang tuli. Kata Al Aham berasal dari bahasa arab yang berarti tuli dinisbatkan kepada dirinya demi menjaga martabat seseorang.
Syeh Hatim bin Ulwan Al Asham adalah seorang ulama besar yang sangat disegani di daerah Khurasan. Beliau mempunyai kedalaman ilmu yang luar biasa.Sehingga menjadi tempat rujukan masyarakat untuk bertanya segala hal yang berhubungan dengan persoalan yang dihadapinya.Sebagai seseorang pemberi fatwa, beliau tidak menutup diri hanya untuk kaum laki-laki saja. Banyak kaum perempuan juga berbondong-bondong datang kepada beliau untuk mendengarkan nasehatnya.
Suatu ketika datang kepada beliau seorang wanita untuk mengadukan persoalannya. Syeh Hatimpun mulai mendengarkan dengan seksama curahan hati yang dilontarkan oleh wanita tersebut. Diluar dugaan, saat persoalan belum tuntas diutarakan, muncul situasi perutnya yang kurang enak. Ia ningin buang angin.Si wanita mulai gelisah. Dia berusaha sedemikian rupa untuk menahannnya agar tidak keluar bunyi.
Namun apa daya, diluar kendali gas itupun muncul dan bunyipun tidak dapat dielakan. Sekejap wajah wanita itu merah padam. Dia mulai salah tingkah. Rasa malu yang tersembur dari wajahnya ditahan . Ada kekawatiran yang mendalam, sang Syeh menyangka bahwa itu dilakukan dengan sengaja dan ada unsur meremehkannya. Tapi, ternyata dugaan wanita itu tidak benar. Bahkan sang Syeh sudah mulai menangkap gelagat salah tingkah dan rasa malu yang mendalam.
Tanpa pikir panjang , Syeh Hatim bin Ulwan Al Asham memasang aksinya dengan berpura-pura tidak mendengar bunyi gas yang muncul . Ia seolah menjadi orang yang tuli.Syeh Hatim meyakini bahwa kejadian itu tidak ada unsur kesengajaan. Akhinya Beliau meminta si wanita itu untuk mengulangi persoalan yang diutarakannya tadi.
Betapa senangnya wanita itu. Ia menyangka ulama sepuh yang ada didepannya tidak mendengar.Dengan penuh semangat wanita itu menceritakannya kembali persoalan yang diutarakan hingga tuntas.Sampai akhirnya ia pulang ke rumahnya dalam keadaan harga diri yang tetap terjaga. Ia lakukan aksi tuli itu sampai usia wanita meninggal. Yakni kurang lebih 15 tahun lamanya. Padahal sebenarnya ia mempunyai pendengaran yang masih normal.
Luar biasa perilaku yang ditunjukan dalam kisah diatas. Menutup aib/ rahasia serta penghormatan terhadap seseorang merupakan ajaran islam. Karena disebutkan barang siapa yang menutup aib orang lain didunia, Allah akan menutup air dirinya sendiri di akhirat.Sesungguhnya Allah akan menolong hamba selagi ia menolong saudaranya.
Komentar
Posting Komentar