DIUSIAKU KINI

 

DIUSIAKU KINI

OLEH NUR AISAH

 

Hari ini merupakan hari yang indah, spesial  buatku. Karena hari  ini merupakan hari pertambahan usiaku. Puji  syukur  aku  panjatkan ke hadirot  Allah SWT atas limpahan rahmat-Nya  selama ini. Di beri kesehatan yang  prima , diberi  kesempatan yang  banyak untuk  mengabdi  kepadaNya. Membantu agama-Nya  dalam perjuangan menegakan agama-Nya. Baik melalui kegiatan ibadah mahdhoh maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

Banyak penyesalan yang  menggelayut di dadaku. Di usia yang sekarang ini, rasanya belum menjadi hamba yang sepenuhnya taat. Tidak sepadan antara usia saat ini dengan pencapaian ibadah yang berkwalitas. Melakukan ibadah tidak khusyu’. Ibadah sunah kadang  terlewatkan karena di kejar waktu. Bacaan wiridan yang kurang istiqomah. Puasa sunah  hanya itu2 saja.Padahal nikmat dan karunia-Nya  begitu banyak melimpah  yang tak mampu ku menghitungnya.

Terimakasih dan rasa syukur tak lupa selalu kupanjatkan  karena Dia telah mengaruniaku suami yang selalu  mencurahkan kasih sayangnya dengan tulus. Suami yang selalu setia mendampingi dengan penuh kesabaran. Suami yang penuh pengertian dengan segala kesibukan yang kulakukan. Suami yang kadang hanya diam saja tanpa banyak komentar ketika didapati rumah berantakan, tidak sempat masak, piring kotor yang belum kujamah karena berlama-lama di depan laptop.

Bahkan, tak jarang suamiku mengambil alih membantu meringankan tugasku sebagai isteri. Sikap pengertian seperti ini memang tercipta sejak awal kami berumah tangga. Alhamdulillah tidak lekang dimakan waktu sampai detik ini, sampai usiaku yang tidak muda lagi ini. Rasa syukur juga kupanjatkan karena diberi amanah berupa anak-anak yang shaleh-shalihah, patuh dan menyenangkan. Dari  Mereka kugantungkan masa depan hidupku. Ditambah lagi selama ini aku dikelilingi orang-orang yang baik dan sahabat-sahabat  yang menggembirakan.

Ada perasaan haru yang mendera perasaanku.Yaitu ketika  hari ini saya pulang dari mengunjungi orang sakit bersama  rekan kerja,  ternyata  suamiku menyodorkan paket  kado dari anakku yang tertua ,Nilna Farah Adibah. Walaupun dia masih menuntut ilmu nun jauh disana, walaupun masih belum menghasilkan uang sendiri, ia tetap memberikan kejutan , mengingat momen untuk mengucapkan selamat dan hadiah.

Kadopun kubuka, dan ternyata berupa gamis yang dia beli melalui oldshop Sophee. Entah berapa harganya. Yang pasti, saya suka  dan berarti sekali. Dan yang  lebih mengharukan lagi ketika kubaca surat yang diselipkan didalamnya.  Dengan perlahan dan penuh perasaan, kulalui kalimat demi kalimat, hingga tak terasa air mata menetes jatuh.

Berikut  ungkapan hati anakku yang ditulis di kertas putih yang berhias gambar fotoku dan anakku

Ummiku sayang...!!!

Terima kasih atas semua kebaikan , kasih sayang dan ketulusan Ummi selama ini.

Terima kasih atas semua didikan keren Ummi selama ini

Terima kasih atas cinta tanpa syarat yang Ummi persembahkan

Terima kasih atas segala motivasi Ummi

Nilna bersyukur bisa terlahir dari rahim wanita sekeren Ummi

Di hari yang baik ini, Nilna berharap bisa menjadi anak yang membanggakan Ummi dan Abi kelak suatu saat nanti

Untuk Ummi yang selalu menyayangi  Nilna dari kecil sampai akhir hayat,

Selamat ulang tahun .... Semoga Ummi selalu diberikan kesehatan, rezeki lancar, umur barokah, panjang umur dan dimudahkan segala urusannya

Ummi hebat.... Nilna sayang Ummi selalu

Peluk cium Ummi dari jauh.

With love.... !!!

Nilna Farah Adibah

Tidak sampai disitu. Keharuanku semakin menjadi ketika saat itu juga suamiku memajang hadiah yang dipersembahkan kepadaku. Hadiah itu berupa  baju muslim  yang dibelinya dari toko  khusus baju online yang ada di kota kami. Harganya cukup lumayan mahal. Ada dua baju yang dipajang dan aku suruh memilihnya. Saat kucoba ternyata  satunya terlalu kecil dan yang satunya lagi ukuran jumbo. Walaupun terpaksa  akhirnya baju itu ditukar dengan  pilihanku sendiri.

Ternyata  ada lagi.  Sore harinya  murid ngaji  memberikan  kado berupa dompet. Duh...lengkap sudah kebahagianku .Sejuta  harapan  selalu kupanjatkan dalam setiap rintihan doaku. Semoga dalam pertambahan usiaku ini, menjadikan aku semakin  mengerti  hakekat hidup ini, apa yang dilakukan semakin bermakna , semakin bisa memanfaatkan waktu untuk mendahulukan kewajiban  sebagai hamba Allah. Semoga terus bisa mendampingi  suamiku tercinta dan mengantarkan anak-anakku ke gerbang  kesuksesan.

Begitupun dalam hubungan sesama manusia, semoga  menjadi sosok yang  selalu menyenangkan, memberiikan  manfaat kepada orang lain, dan mampu menjadi inspirasi bagi semuanya.

Terimakasih Tuhanku

Terimakasih suamiku

Terimakasih anakku

Terimakasih sahabat-sahabat  hebat yang berada di sekelilingku

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMUDA HEBAT, PEMUDA YANG CERDAS

BERPURA-PURA TULI

PEMUDA HEBAT, PEMUDA YANG SHOLIH DAN SHOLIHAH